Through and through, mockery and irony are being expressed in Suwidiarta exploration. They are much related to conflicting worlds, between what has happened and what is expected. A world of reality that is so different to ideal ones. A world which according to its inhabitants should be better, but getting worse instead. A world that was said to be guided by spiritual demands and idealism but acted as a wild-goose chasing of the profane.

Here is the world of mockery and irony, seen so glittery and fragrant, but only poison in reality.

Ejekan dan ironi memang secara terus-menerus mengemuka pada perkembangan karya seni Suwidiarta. Ejekan dan ironi yang terkait dengan dunia penuh pertentangan, antara “apa yang diharapkan” dan “apa yang terjadi”. Juga sebuah dunia yang dalam realitas tak sesuai dengan hal yang diidealkan. Sebuah dunia yang--kata para manusianya--diinginkan membaik, namun dalam aksinya justru terlihat semakin merosot. Dunia yang konon dibebani dengan tuntutan dan idealisme yang bersifat spiritual, namun dalam tindakannya lebih mengejar yang profan.

Inilah dunia ejekan dan ironi, yang secara metaforis seperti dunia yang terlihat gemerlap, semerbak, berbau harum, namun nyatanya semua hanyalah racun.

View our collection of I Ketut Suwidiarta's paintings

 

KOMANEKA FINE ART GALLERY
Jl. Monkey Forest, Ubud, Gianyar 80571, Bali - Indonesia
tel. +62 361 4012217 / 4012218   fax. +62 361 977140   email: gallery @ komaneka.com